TD
Diterbitkan pada
6 min baca

Contoh Bab 1 Skripsi Lengkap: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat

Penulis

Bab 1 Pendahuluan adalah "gerbang utama" dari skripsi Anda. Di sinilah dosen pembimbing dan penguji akan pertama kali menilai apakah penelitian Anda layak untuk dilanjutkan atau harus dirombak total. Jika Bab 1 Anda kuat, logis, dan meyakinkan, proses pengerjaan bab-bab selanjutnya akan jauh lebih mudah.

Sayangnya, banyak mahasiswa yang terjebak pada format yang salah, atau sekadar melakukan copy-paste dari skripsi kating tanpa memahami esensi dari masing-masing sub-bab.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara tuntas contoh Bab 1 skripsi lengkap, mulai dari Latar Belakang hingga Manfaat Penelitian, menggunakan struktur standar yang umum digunakan di universitas terkemuka di Indonesia.

Struktur Baku Bab 1 Pendahuluan

Meskipun setiap kampus mungkin memiliki sedikit variasi dalam buku pedoman (seperti letak "Identifikasi Masalah" atau "Batasan Masalah"), secara umum, struktur Bab 1 terdiri dari komponen wajib berikut:

1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Identifikasi Masalah (Opsional di beberapa kampus)
1.3 Batasan Masalah (Opsional di beberapa kampus)
1.4 Rumusan Masalah
1.5 Tujuan Penelitian
1.6 Manfaat Penelitian

Mari kita lihat contoh penerapannya untuk judul fiktif:
"Pengaruh Penggunaan Aplikasi E-Learning 'BelajarPintar' terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 1 Maju Bersama."


1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang adalah tempat Anda "menjual" mengapa penelitian ini penting dilakukan. Format terbaik adalah menggunakan pola Piramida Terbalik (dari hal umum/ideal menuju hal khusus/realitas/masalah).

Contoh Teks Latar Belakang:

(Paragraf 1: Kondisi Ideal - Harapan/Teori) Pendidikan di era digital menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi informasi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, dan memotivasi peserta didik. Pemanfaatan e-learning diyakini mampu menjadi salah satu media yang dapat menjembatani kebutuhan tersebut, karena memungkinkan pembelajaran yang fleksibel dan personal (Suryadi, 2022).

(Paragraf 2: Kondisi Realitas - Fakta di Lapangan) Namun, implementasi e-learning di sekolah-sekolah tidak selalu berjalan mulus. Berdasarkan observasi awal di SMA Negeri 1 Maju Bersama pada bulan Agustus 2025, ditemukan bahwa tingkat motivasi belajar siswa cenderung menurun pasca-pandemi. Hal ini ditandai dengan tingkat kehadiran di kelas virtual yang hanya mencapai 65%, serta rendahnya angka pengumpulan tugas harian.

(Paragraf 3: Kesenjangan/Gap - Masalah Utama) Pihak sekolah sebenarnya telah mengadopsi aplikasi e-learning 'BelajarPintar' sejak awal tahun ajaran baru. Aplikasi ini dirancang dengan fitur gamifikasi yang seharusnya mampu meningkatkan engagement siswa. Namun, data hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) menunjukkan bahwa 40% siswa kelas XI masih mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Terdapat kesenjangan antara fasilitas teknologi yang tersedia dengan output motivasi dan hasil belajar yang diharapkan.

(Paragraf 4: Solusi yang Ditawarkan & Alasan Riset) Berdasarkan fenomena dan kesenjangan tersebut, perlu dilakukan investigasi mendalam untuk mengukur sejauh mana efektivitas aplikasi 'BelajarPintar'. Penelitian sebelumnya oleh Rahman (2024) menunjukkan bahwa e-learning berbasis gamifikasi terbukti efektif pada tingkat SMP, namun belum ada studi yang secara spesifik menguji platform ini pada tingkat SMA dengan demografi pedesaan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengambil judul "Pengaruh Penggunaan Aplikasi E-Learning 'BelajarPintar' terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 1 Maju Bersama."

Cari Jurnal Tanpa APC (Gratis)

Sedang mencari jurnal untuk publikasi tanpa biaya? Gunakan FreeJurnalAPC untuk menemukan kandidat jurnal yang tepat. Selalu pastikan untuk mengecek ulang di situs resmi jurnal ya!

1.2 Identifikasi Masalah

Sub-bab ini mendaftar semua masalah (berupa kalimat pernyataan) yang Anda temukan di lapangan, berdasarkan uraian di latar belakang.

Contoh Teks Identifikasi Masalah:

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, beberapa masalah yang dapat diidentifikasi adalah:

  1. Terjadinya penurunan tingkat kehadiran siswa di kelas virtual SMA Negeri 1 Maju Bersama hingga angka 65%.
  2. Rendahnya tingkat pengumpulan tugas harian yang dilakukan oleh siswa kelas XI.
  3. Sebanyak 40% siswa kelas XI masih memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
  4. Belum diketahuinya efektivitas pemanfaatan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' secara spesifik pada siswa SMA Negeri 1 Maju Bersama.

1.3 Batasan Masalah

Karena sumber daya (waktu, tenaga, dana) mahasiswa sangat terbatas, Anda tidak mungkin meneliti semua masalah yang diidentifikasi. Di sinilah Anda membatasi ruang lingkup.

Contoh Teks Batasan Masalah:

Agar penelitian ini lebih terarah dan mendalam, serta mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya, maka peneliti membatasi masalah pada:

  1. Variabel bebas dalam penelitian ini hanya difokuskan pada intensitas penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar'.
  2. Variabel terikat dibatasi pada Motivasi Belajar dan Hasil Belajar ranah kognitif pada mata pelajaran Matematika.
  3. Subjek penelitian dibatasi hanya pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama tahun ajaran 2025/2026.

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah bentuk kalimat tanya dari masalah utama yang sudah dibatasi. Kalimat ini wajib terjawab di Bab 4 (Hasil) dan Bab 5 (Kesimpulan).

Contoh Teks Rumusan Masalah:

Berdasarkan batasan masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana tingkat intensitas penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama?
  2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama?
  3. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama?

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah bentuk kalimat pernyataan positif (deklaratif) dari rumusan masalah. Jangan membuat tujuan yang tidak ada rumusannya!

Contoh Teks Tujuan Penelitian:

Sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan, tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mendeskripsikan tingkat intensitas penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama.
  2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama.
  3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi e-learning 'BelajarPintar' terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maju Bersama.

1.6 Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan siapa saja yang akan mendapat keuntungan dari hasil riset Anda. Biasanya dibagi dua: Teoritis (untuk ilmu pengetahuan) dan Praktis (untuk kehidupan nyata/lapangan).

Contoh Teks Manfaat Penelitian:

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoretis maupun praktis, yaitu:

1. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang Teknologi Pendidikan, khususnya mengenai efektivitas penerapan e-learning berbasis gamifikasi terhadap motivasi dan capaian akademik pada pendidikan tingkat menengah atas.

2. Manfaat Praktis

  • Bagi Sekolah: Sebagai bahan evaluasi bagi pihak manajemen sekolah dalam mengambil kebijakan strategis terkait perpanjangan langganan atau penghentian aplikasi 'BelajarPintar'.
  • Bagi Guru: Memberikan referensi bagi guru untuk mengoptimalkan fitur-fitur aplikasi yang paling berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa.
  • Bagi Peneliti Selanjutnya: Menjadi rujukan dan data dasar bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan riset serupa dengan variabel moderasi atau demografi yang berbeda.

Kesimpulan

Menyusun Bab 1 sebenarnya tidak sulit jika Anda menguasai "benang merah" (keterkaitan logis) antar sub-bab. Pastikan bahwa apa yang Anda tulis di Latar Belakang menjadi dasar dari Identifikasi Masalah. Kemudian, masalah yang luas tersebut Anda saring di Batasan Masalah, lalu Anda ubah menjadi pertanyaan di Rumusan Masalah. Pertanyaan tersebut dijawab di Tujuan, dan hasil akhirnya dijelaskan di bagian Manfaat.

Jika benang merah ini kuat, dosen pembimbing Anda pasti akan langsung menyetujui proposal skripsi Anda tanpa banyak coretan merah! Selamat merangkai kata dan semoga sukses di sidang proposal!

Cari Jurnal Tanpa APC (Gratis)

Sedang mencari jurnal untuk publikasi tanpa biaya? Gunakan FreeJurnalAPC untuk menemukan kandidat jurnal yang tepat. Selalu pastikan untuk mengecek ulang di situs resmi jurnal ya!

Sedang menyiapkan manuskrip untuk jurnal? Gunakan Checklist Submit Jurnal sebelum mengirimkannya.

Artikel Terkait

Cara Menulis Latar Belakang Skripsi yang Kuat & Tidak Klise (Formula Dosen)

Cara Menulis Latar Belakang Skripsi yang Kuat & Tidak Klise (Formula Dosen)

Rahasia dosen menulis latar belakang skripsi: rumus 4 langkah, fenomena-gap-urgensi-tujuan. Hindari latar belakang generik yang sering ditolak pembimbing.

Struktur Bab 1 Skripsi yang Benar: 7 Komponen Wajib Menurut Pedoman Kampus Top

Struktur Bab 1 Skripsi yang Benar: 7 Komponen Wajib Menurut Pedoman Kampus Top

Penjelasan ilmiah struktur Bab 1 skripsi: 7 komponen wajib, perbedaan rumusan vs tujuan, contoh manfaat teoretis & praktis. Sesuai standar universitas top (UI, ITB, UGM).

Contoh Bab 3 Skripsi Metodologi Penelitian Lengkap + Template Word

Contoh Bab 3 Skripsi Metodologi Penelitian Lengkap + Template Word

Contoh Bab 3 skripsi metodologi penelitian lengkap: jenis penelitian, populasi, sampel, teknik analisis, instrumen. Plus panduan menyusunnya agar bebas revisi.